Kejamnya Kehidupan Anak Perantauan - Saifullah

Kejamnya Kehidupan Anak Perantauan

Artikel ini saya buat tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun atau memprovokasi untuk tidak menjadi anak perantauan. Artikel ini sepenuhnya berasal dari pengalaman saya pribadi dan beberapa teman saya yang bertujuan untuk memberikan segelintir informasi tentang kerasnya kehidupan bagi anak perantauan yang tinggal di kos/ kontrakan/ asrama. Informasi ini juga bukan untuk menakut-nakuti melainkan sebagai media pembelajaran dan bekal ilmu sebelum kamu tinggal di perantauan.
Menjadi anak perantauan merupakan sesuatu yang pasti akan kamu alami jika kamu ingin menempuh pendidikan tinggi atau bekerja di tempat yang jauh dari kampung halaman. Hal pertama kali yang pasti kamu cari saat merantau adalah tempat tinggal. Tempat tinggal dibagi kedalam 4 jenis, yaitu: asrama, kos, kontrakan, dan rumah keluarga. Keempatnya masing-masing memiliki kelebihaan dan kekurangan. Namun kali ini saya tidak membahas tentang hal itu. Yang menjadi fokus saya di sini adalah menguraikan beberapa kekejaman yang terjadi di lingkungan anak kos, asrama, atau kontrakan. Jadi yang tinggal di rumah keluarga mungkin lain waktu baru akan saya bahas.

Sebelum berbicara lebih lanjut, ada baiknya saya terangkan terlebih dahulu beberapa perbedaan dari istilah asrama, kos, kontrakan.. Simak uraian berikut:
1. Asrama, berada dalam 1 gedung yang memiliki banyak kamar, dibangun dengan tujuan khusus dan dikelompokkan berdasarkan kebutuhan:
  • Asrama mahasiswa: yang boleh tinggal di sana hanya mahasiswa
  • Ada asrama haji: khusus untuk orang yangingin pergi haji
  • Asrama TNI: khusus anggota TNI
  • dan banyak lagi yang lainnya. 
Soal biaya, ada asrama yang dibiayai langsung oleh pemerintah sehingga kamu tidak perlu membayar biaya bulanan, paling-paling cuma bayar iuran sesama anak asrama untuk kebersihan atau yang lain. Tapi ada juga asrama yang bayar bulanan untuk listrik/air/makan, karena ada sebagian asrama yang kebutuhan makan 3x sehari sudah masakkan.

2. Kos, berada dalam 1 rumah/gedung yang memiliki banyak kamar, terbagi lagi menjadi tiga:
  • kos putri: khusus untuk wanita
  • kos putra: khusus untuk pria
  • kos umum: siapa saja boleh
Biaya kos biasanya dibebankan setiap bulan sudah termasuk biaya listrik dan air. Biaya setiap kos bervariasi, mulai dari harga 250-1 juta ke atas, tergantung fasilitasnya lagi. Dari sekian banyak informasi yang saya dapat, kebanyakan kos menerapkan sistem penambahan biaya bulanan jika kita membawa peralatan elektronik tambahan, misalnya rice cooker, laptop, kipas dan lain-lain. Tapi memang ada juga yang tidak seperti itu.

3. Lain lagi dengan kontrakan, kontrakan bisa kita sebut dengan menyewa rumah, kontrakan dibagi menjadi 2 berdasarkan jenis rumahnya:
  • Kontrakan dari rumah pribadi yang tidak dihuni lagi oleh pemiliknya
  • Kontrakan dari rumah khusus yang sengaja dibangun untuk disewakan
Berbeda dengan asrama dan kos, kontrakan biasanya bayar pertahun dengan beban listrik dan air kita sendiri yang urus setiap bulannya.

Nah, ketiganya merupakan beberapa cara untuk menetap tanpa harus membangun rumah. Selain biayanya murah, kamu juga bisa mendapatkan fasilitas yang cukup memadai. Namun perlu diingat bahwa, selama kamu tinggal dengan orang baru yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, cepat atau lambat kamu pasti akan menemukan letak kekejaman anak kos tersebut.

Dari pengalaman saya pribadi tinggal diketiga tempat tersebut, ada beberapa pola perilaku yang akan kamu hadapi nanti. Suatu saat kamu akan menemukan teman yang:
1. Semena-mena
  • Meminjam barang bukanlah suatu masalah, tapi akan menjadi masalah jika terlalu sering dan barang yang dipinjam adalah barang bisa dihabis jika dipakai , misalnya sampo, sabun, minyak wangi, minyak rambut, pasta gigi, dan bumbu dapur. Barang tersebut memang terlihat kecil dan murah. Namun, yang terjadi biasanya mereka meminjam barangmu semena-mena. Contohnya kamu pakai minyak wangi cuma 3x semprot, kalau mereka bisa 5x atau lebih bahkan terkadang setelah minjam barangmu ditawarkan ke anak kos yang lain. Tentu akan cepat habis kan? Begitu juga dengan barang yang lain. Jadi jika dalam 1 botol bisa kamu habiskan untuk 2 bulan, mungkin akan habis dalam 1 minggu. Memang murah, tapi jika hal itu terus berlanjut tentu pengeluaran uangmu akan meningkat drastis apalagi bukan satu barang yang dipinjam. Selain itu yang sangat mengherankan adalah, jika mereka tidak punya uang untuk membelinya tapi mengapa mereka punya uang untuk beli barang lain? Nah, kembali kepengalaman saya lagi, mereka yang meminjam terebut rata-rata bisa membeli barang yang lebih mahal dari yang mereka pinjam, misalnya baju, tas, sepatu, jam, dll. Jadi pasti sangat mengesalkan saat mereka minjam brang kebutuhan pribadi setiap hari tapi begitu tanpa malunya mereka membeli barang-barang mewah di depan kita. Berarti mereka sengaja memanfaatkanmu untuk mengurangi pengeluaran mereka. Itu adalah kekejaman pertama yang akan kamu temukan.
  • Ada juga yang meminjam barang yang tidak habis jika dipakai, misalnya sisir, jam tangan, motor, peralatan dapur, dan lain sebgainya. Tapi biasanya mereka juga semena-mena saat menggunakan. Besar kemungkinan barangmu akan rusak atau paling parah akan hilang. Saya sendiri sering mengalami hal ini. Mulai dari motor rusak, udah gitu tidak mau perbaiki dan isi bensin. Kalau barang hilang sangat sering, jam tangan dan peralatan dapur sering kali hilang. Contoh saya beli sendok/piring 1 lusin, beberapa hari kemudian cuma sisa 2 atau 3 buah, lalu saya beli lagi 1 lusin, dan hal itu terus terjadi tanpa pernah berhenti. Bayangkan berapa uang yang telah keluar?

2. Tidak tahu diri
  • Ini perilaku orang yang tidak punya hati dan akal sehat, bayangkan saja misalnya kamu punya barang, setelah itu teman pinjam, lalu kotor/rusak dan tidak dibersihkan/diperbaiki setelah dipakai. Saat kamu mau menggunakannya tidak bisa kan. Masa' kamu yang harus harus bersihkan/perbaiki sesuatu yang bukan tanggung jawabmu. Letak harga diri dimana? Itukan barang milikmu, sama saja kayak pembantu dari aja. Bahkan lebih parah dari pembantu. Seolah majikan yang dijadikan pembantu dari barangnya sendiri. 
  • Ada juga yang bertingkah seperti ini: mereka pinjam barangmu, tapi mereka ngatur-ngatur kamu. Contohnya kamu beli panci dengan uang sendiri, lalu kamu masak. Setelah masak kan kamu makan. Lalu ada temanmu yang ngomong kasar begin, cobalah habis pakai panci langsung dibersihkan, kan aku juga mau gunakan Nah, pertanyaanya itu panci siapa, yang butuh siapa, yang ngatur kok jadi dia. Seharusnya kan kalau mau makai ya dibersihkan, kenapa marah sama orang yang punya itu barang? Kalau mau bebas ya beli sendiri lah kan? Pada dasarnya barang yang kita beli, secara hukum pemerintah dan agama, barang tersebut adalah milik kita pribadi dan orang lain tidak berhak atas barang tersebut. Menurut norma kesopanan juga orang yang ingin memakai barang orang lain juga harus memberitahu pemiliknya kan? Tapi itulah yang terjadi, banyak orang yang tidak punya norma dan tidak mengerti agama.

3. Hutang piutang
  • Suatu saat kamu pasti akan menemukan orang yang suka berhutang. Jika ditinjau dari segi sikap, perilaku ini masih lebih baiklah daripada memakai barangmu secara geratis. Tapi jangan senang dulu. Mereka yang berhutang biasanya berprilaku seperti calon pemimpin saat kampanye ketika ingin meminjam, umbar-umbar janji manis, tapi pada saat batas waktu yang ditentukan yang kamu dapat adalah pengelakan dan seribu alasan. Bahkan yang lebih parahnya, kamu yang nagih tapi kamu yang dimarah. Sampai-sampai ada Meme yang bertuliskan "Berhutang menangis, ditagih marah" Begitulah adanya, selain itu ada juga yang minta dikurrangi, padahal seharusnyakan mereka yang ngasih lebih karena sudah dibantu. Ini sudah dibantu, minta dibayar pas malah minta dikurangi. Hmm
Mungkin itu dulu yang bisa saya sampaikan. Sebenarnya banyak sekali perilaku yang merugikan dari kebiasaan anak kos. Padahal semua itu bertentangan dengan ajaran agama kita. Mudah-mudahan mereka sadar akan perilaku mereka dan kita terhindar dari itu semua. Sebisa mungkin bersikap tegaslah meskipun itu dengan temanmu.
Reactions:
SHARE:

Jangan lupa berkomentar ya

Centang "Beri tahu saya" supaya ada pemberitahuan melalui email saat kami membalas komentar kamu.

 
Template By Saifullah
Back To Top